Jenis Bahan Penghantar Kabel Listrik

03/07/2020 15:09:08

Kabel listrik adalah salah satu perlengkapan yang sangat penting saat kita akan memasang listrik karena merupakan media untuk menyalurkan arus listrik yang terdiri dari konduktor dan isolator. Konduktor adalah bahan yang digunakan untuk menghantarkan listrik, sedangkan isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Berikut ini adalah beberapa bahan logam dan campuran yang biasa digunakan pada kabel :

Bronze (Tembaga) : Jenis logam yang sering digunakan, mempunyai kekuatan mekanikal besar namun lemah daya hantarnya. Kabel tanah adalah jenis kabel dengan penghantar tembaga

Alumunium : materialnya ringan namun daya hantar agak rendah dan sedikit kaku. Namun karena harga yang lebih kompetitif saat ini kabel dengan bahan ini lebih sering digunakan

Alumunium Berinti Baja : penghantar dari bahan Alumunium yang dilengkapi kawat baja pada intinya yang dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan tarikan kabel. Digunakan sebagai saluran hantar udara yang dikenal dengan nama ACSR (Alumunium Cable Steel Reinforced)

Aldrey : merupakan campuran antara silicium dengan alumunium dengan konsentrasi 0,4%-0,7% ; magnesium (0,3%-0,35%) dan ferum (0,2%-0,3%). Kekuatan mekanikalnya sangat besar namun daya hantarnya masih agak rendah

- Copper Weld : kawat baja yang di sekelilingnya dilapisi lapisan tembaga

Baja : biasa digunakan untuk kabel pentanahan

 

Kabel Listrik

Normal Bend

03/07/2020 12:47:16

Normal Bend yang disebut juga Elbow adalah salah satu aksesoris untuk pipa conduit dengan lengkungan 90 derajat yang digunakan untuk menyambungkan 2 buah pipa secara tegak lurus.

Normal Bend (Elbow)

Kode IK

03/07/2020 09:21:58

Kode IK adalah kode nomor yang digunakan untuk mengukur tingkat ketahanan suatu peralatan terhadap dampak mekanis yang diukur dalam satuan Joule (J). Arti angka pada kode IK :

00 = Tidak ada perlindungan.

01 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 0,150 Joule, sama dengan benda seberat 200 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 7,5 cm.

02 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 0,200 Joule, sama dengan benda seberat 200 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 10 cm.

03 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 0,350 Joule, sama dengan benda seberat 200 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 17,5 cm.

04 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 0,500 Joule, sama dengan benda seberat 200 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 25 cm.

05 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 0,700 Joule, sama dengan benda seberat 200 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 35 cm.

06 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 1 Joule, sama dengan benda seberat 500 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 20 cm.

07 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 2 Joule, sama dengan benda seberat 500 gr yang dijatuhkan dari ketinggian 40 cm.

08 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 5 Joule, sama dengan benda seberat 1,7 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 29,5 cm.

09 = Perlindungan dari dampak mekanis s/d 10​​​​​​ Joule, sama dengan benda seberat 5 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 20 cm.

10 = Perlindungan terhadap dampak mekanis s/d 20 Joule, sama dengan benda seberat 5 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 40 cm.